사랑을 하면 눈이 먼다 (Love is Blind)

LOVE IS BLINDRekap from INDO FF

Cast:

Im Yoona | Choi Sooyoung | Lee Donghae

Genre:

Romance | AU | Angst | Drama | Sad

Rating:

PG – 13

Length:

Ficlet [About 900 words]

Disclamer:

This storyline is mine. Don’t plagiat! Don’t Copycut! Don’t take my idea!

Just enjoy my fanfiction and give your response if you want.

Happy reading

“Love can’t make you happy forever…”

Hari ini beberapa foto model berkumpul untuk mendapat kontrak baru, termausuk Yoona dan Sooyoung. Mereka berdua berada di managemen yang sama namun keduanya bersaing dengan sangat ketat. Baik Yoona ataupun Sooyoung tidak ingin dirinya dikalahkan oleh siapapun. Selesai menandatangi kontrak, Sooyoung dijemput Donghae untuk makan malam dengan keluarganya. Namun tiba-tiba Yoona muncul dan ingin mengobrol dengan Donghae sebentar. Donghae mengiyakan. Sooyoung pun tidak keberatan. Ia pergi ke mobil duluan, sedangkan Donghae pergi mengobrol dengan Yoona.

“Oppa, kau dekat sekali dengan Sooyoung. Apakah kalian berkencan?”

Deg! Donghae sudah mengira pasti suatu saat pertanyaan itu keluar dari mulut Yoona. “Waeyo? Apa kau cemburu?” goda Donghae.

“Apa aku boleh cemburu?” tanya Yoona balik.

“Siapapun yang kau cintai, kau boleh saja cemburu padanya.”

Yoona tersenyum. Dia merasa sangat nyaman jika bersama dengan Donghae. Dari hari ke hari, perasaannya terus tumbuh dan tidak dapat berhenti begitu saja. Bahkan Yoona sering membayangkan dirinya menikah dengan Donghae.

“Yoona-a, aku pergi dulu. Aku dan Sooyoung ada urusan penting. Annyeong…”

“Annyeong…”

Keesokan harinya, Sooyoung dan Yoona mulai pemotretan. Keduanya dikontrak oleh perusahaan parfum terkenal di Perancis. Jadi, mereka harus melakukan pose-pose terbaik untuk dapat mempertahankan kualiatas mereka masing-masing. Setelah selesai pemotretan, semua kru beristirahat, termasuk dua top model cantik, Yoona dan Sooyoung. Saat istirahat, lagi-lagi Yoona memergoki Donghae yang membawakan minuman dan cemilan untuk Sooyoung. Dia sedikit marah namun cemburunya luar biasa.

“Yoona-a, kami pergi keluar dulu. Oh ya, apakah kau mau ikut?” tawar Donghae yang ternyata tangan kanannya sudah melingkar di pinggang ramping Sooyoung.

Yoona tidak melihat tangan Donghae itu. Dia kesal karena Donghae selalu perhatian pada Sooyoug. Padahal Sooyoung bukan siapa-siapanya. Donghae juga tidak pernah mengakui bahwa dia dan Sooyoung berkencan.

Acara pemotretan dimulai lagi. Yoona, Sooyoung dan dua model lainnya sudah siap. Mereka berpose sebaik-baiknya, yang dapat mereka tunjukkan di depan kamera. Saat ini, top model Korea Selatan yang berhasil menduduki peringkat teratas adalah Im Yoona. Namun dia tidak begitu bahagia karena percuma saja dia menjadi top model jika Donghae tidak pernah meliriknya bahkan sama sekali tidak menarik perhatian namja itu. Donghae malah dekat dengan Sooyoung yang notabennya adalah top model dengan peringkat di bawahnya.

Saat giliran mereka selesai, Sooyoung masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian. Rupanya di dalam sudah ada Donghae yang menunggunya sejak awal pemotretan sesi terakhir.

“Oppa, kau masih menungguku?” tanya Sooyoung manja pada Donghae. Ia berdiri di depan Donghae dan meminta namja itu membuka kancing bajunya di bagian belakang. Donghae tidak segera membuka kancing baju Sooyoung, ia malah menarik tengkuk yeoja itu hingga hidung mereka bersentuhan. “Oppa…” tak menunggu waktu lama, Donghae segera mencium bibir Sooyung dengan amat mesra. Sooyoung pun menikmati ciuman itu.

Brakk!!

Yoona membanting pintu. Ia kelihatan sangat marah pada Donghae dan Sooyoung.

“Ige mwoya? Kalian melakukannya di depanku!” seru Yoona.

Brakk! Pintu ditutup olehnya. Yoona langsung menghampiri Sooyoung dan memberi peringatan pada yeoja itu agar tidak merayu Donghae lagi. Sooyoung bingung.

“Yaak, lepaskan tanganmu!” Sooyoung berusaha melepaskan tangan Yoona dari rambut panjangnya. Yoona menjambak rambut Sooyoung sekuat-kuatnya.

“Kau wanita tidak tahu diri!” bentak Yoona.

“Yoona keumanhae!” bentak Donghae. Yoona membelalakkan matanya.

“Oppa, kau membela yeoja kurang ajar ini?” Yoona masih menjambak rambut Sooyoung.

‘Kau yang tidak tahu diri. Donghae oppa adalah suamiku.”

Jlegeerr!!

Yoona kaget dan langsung melepaskan tangannya dari rambut Sooyoung.

“Kau yang kurang ajar. Beraninya kau merayu suamiku,” bentak Sooyoung.

Yoona hanya diam seribu bahasa. Ia menangis, tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar. “Andwae! Kalian berdua bohong!” teriak Yoona.

“Terserah.” Sooyoung keluar dari ruangan itu dengan keadaan rambut yang berantakan.

“Semua itu benar, Yoona-a. Aku dan Sooyoung sudah menikah.”

“Bukankah di dalam kontraknya dilarang menikah selama dia masih menjadi model?”

“Benar. Kami melakukannya diam-diam agar Sooyoung tidak kehilangan profesinya ini karena saat ini karirnya sedang melesat di atas angin.”

“Gurae, baguslah. Kalau begitu sainganku akan berkurang satu orang.” Yoona berbalik dan melangkah keluar ruangan itu.

Donghae masih berdiri di tempatnya. Dia berusaha mencerna kata-kata Yoona yang mengatakan bahwa saingannya akan berkurang satu orang. “Apa maksudnya?”

Keesokan harinya, CEO managemen Yoona dna Sooyoung memanggil Sooyoung ke kantor. Sooyoung tidak menolak meski saat ini masih ada jadwal pemotretan. Saat menghadap CEO, betapa terkejutnya yeoja itu karena mulai hari ini dia dipecat. Sooyoung keluar ruangan dengan langkah gontai dan lesu. Tatapan matanya kosong. Ia pun segera menghubungi Donghae dan mengatakan yang sebenarnya.

“Kurang ajar!” seru Donghae kesal. Dia sudah bisa menebak kalau hal ini adalah perbuatan Yoona. Pasti Yoona yang sudah melaporkan kalau Sooyoung sudah menikah. Donghae berniat menemui Yoona di lokasi pemotretan.

Di lokasi pemotretan, Yoona sedang dirias oleh dua orang tukang rias. Dia memejamkan mata. Namun tiba-tiba indera pendengarannya mendengar suara Donghae. Ia pun segera membuka mata. “Oppa!” seru Yoona senang melihat Donghae mendatanginya.

“Pasti kau yang melakukannya,” selidik Donghae.

“Melakukan apa?” tanya Yoona yang berpura-pura tidak tahu.

“Kau yang melaporkan bahwa Sooyoung sudah menikah, geutji?” Suara Donghae makin tinggi. Yoona pun dibuat kaget olehnya.

“Gurae, aku yang melakukannya. Wae? Kau tidak terima jika isterimu dipecat?”

Plaaakk!!

Donghae menampar pipi kiri Yoona hingga membekas merah di kulit pipinya yang putih mulus itu. “Kau benar-benar tidak tahu diri. Kau telah dibutakan oleh cinta.”

Yoona bersujud di bawwah kaki Donghae. Ia meminta Donghae bercerai dengan Sooyoung. Ia juga berjanji akan mengembalikan karir Sooyoung. Namun Donghae sama sekali tidak menggubrisnya.

“Oppa, aku janji akan melakukan apa saja asal kau mau menceraikan Sooyoung dan menikah denganku.”

“Aku tidak akan bercerai dengan Sooyoung dan tidak akan menikah dengan yeoja sepertimu.” Donghae melenggang pergi meninggalakn Yoona yang merutuki dirinya sendiri. Ia gagal mendapakan namja yang sangat ia cintai. Rasanya sesak di dada.

Yoona mengusap airmata yang mengalir dari kedua matanya. Dia berdiri dan melangkahkan kakiny ke kamar mandi. Yoona mengeluarkan sebuah gunting dari balik bajunya. Airmatanya mengalir deras. “Jika aku tidak bisa memilikimu, aku lebih baik mati sekarang juga.” Yoona menusukkan gunting itu ke ulu hatinya. Darah pun mengucur deras dari tubuhnya. Ia merasakan sakit dimana-mana terutama di hatinya. Yoona tidak berhenti menangis hingga kedua matanya tertutup untuk selamanya.

end.

Cinta bukanlah segalanya, tapi segalanya tanpa cinta akan terasa hampa.

Cinta tidak dapat membuatmu bahagia selamanya jika cinta itu datang bukan dari hati seseorang yang paling dalam.

Advertisements

Give Your Response Juseyo...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s