Be With You

be with youRekap from INDO FF

Main Cast:
Park Shin Hye & Lee Jong Suk
Support Cast:
Park Chanyeol | Kwon Yuri
Genre:
AU | Romance | Sad | Angst | Fantasy
Length:
Ficlet (More than 1000 words)
Rating:
G / General
Disclamer:
This storyline is mine. Casts aren’t mine.
Don’t plagiat! Don’t copycut! Don’t take my idea from this FF!

Just enjoy my FF
Happy reading…

“I’ll be with you forever”

Sebuah mobil ambulance meluncur dengan sangat cepat menuju pusat kota Busan dimana telah terjadi kecelakaan maut di salah satu jalan utama di sana.
Di lokasi kejadian pun banyak orang yang menyaksikan kecelakaan maut antara sebuah mobil box, sebuah mobil sedan dan sebuah bus. Sebelum kecelakaan, ketiganya melaju dengan kecepatan tinggi. Menurut para saksi mata, kecelakaan itu berawal dari sebuah mobil box yang hilang kendali dan menabrak bagian belakang dari sebuah bus yang melaju di depannya. Karena mendapat guncangan di bagian belakang, sopir bus kehilangan keseimbangan dan konsentrasi sehingga langsung menabrak sebuah mobil dari arah yang berlawanan.
Bayak korban luka-luka akibat kecelakaan itu terutama penumpang bus yang kebanyakan adalah anak sekolah menengah. Sedangkan korban tewas sebanyak 6 orang, yaitu 1 orang pengemudi mobil sedan, 2 orang dari mobil box dan 1 orang sopir bus dan 3 lainnya adalah penumpang bus.
Korban luka-luka segera dibawa ke rumah sakit terdekat sedangkan korban tewas masih diidentifikasi oleh para petugas kepolisian.
“Sayang sekali, yeoja cantik itu bernasib malang. Dia harus meregang nyawa dengan cara seperti ini,” kata seorang petugas kepolisian yang sedang mengamati jenazah seorang yeoja cantik berambut panjang berwarna coklat. Jenazahnya sudah diidentifikasi dan siap dibawa ke rumah sakit untuk identifikasi lanjutan.

Mobil jenazah segera membawa semua jenazah korban kecelakaan itu ke rumah sakit. Setiba di RS, petugas segera menghubungi keluarga atau kerabat yang dapat dihubungi dan bersedia sesegera mungkin datang ke RS untuk memastikan bahwa korban yang meninggal adalahh keluarga atau kerabat mereka.

“Yoboseo… ye, benar. Mworago?” Lee Jong Suk, namja yang baru saja menerima telepon dari RS mendadak lemas tak berdaya setelah mendengar bahwa tunangannya telah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan beruntun di Busan. Jong Suk tak sanggup berdiri. Kakinya terasa kelu. “Andwae! Itu tidak benar. Kabar itu pasti bohong.” Dengan sekuat tenaga, dia berdiri dan mencari kunci mobilnya. Sesaat kemudian namja itu dalam perjalanan dari Seoul menuju Busan dengan mobil yang dikendarai berkecepatan tinggi. Pikirannya kalut. Ia memikirkan nasib tunangannya yang dikabarkan telah meninggal dunia. Harapannya adalah semoga kabar ini tidak benar.

Sesampainya di rumah sakit, Jong Suk langsung menuju kamar jenazah dimana beberapa jenazah dari kecelakaan yang terjadi secara tiba-tiba itu. Beberapa jenazah itu sudah dibawa ke ruangan tersebut dan tinggal menunggu konfirmasi dari kerabat.

Setelah sampai di depan kamar jenazah, dengan langkah gontai, Jong Suk masuk ke dalam ruangan pengap, sedikit gelap dan bau anyir dari jenazah yang ada di dalamnya. Seorang petugas menanyainya lalu menunjukkan jenazah orang yang ia maksud.

“Ini adalah jenazah nona Park. Di identitasnya tertera nama lengkap Park Shin Hye. Apakah betul dia tunangan Anda?” tanya seorang petugas kepada Jong Suk yang ingin sekali berteriak sekeras-kerasnya dan menagtakan bahwa jenazah yang terbaring di depannya itu bukanlah jenazah tunangannya.

Petugas itu membuka kain putih penutup jenazah Shin Hye. Lee Jong Suk sangat syok melihat tunangannya sudah tak bernyawa dengan kedua mata tertutup dan wajah yangsangat pucat. Ia meraih tangan yeoja yang sudah meninggal itu. Hatinya terasa sakit sekali hingga bibirnya bergetar menahan tangis. Benar, yeoja yang tertidur untuk selamanya itu adalah Park Shin Hye, tunangannya. Yeoja yang amat dia cintai untuk selama-lamanya.

Jong Suk terduduk lemas. Ia benar-benar tidka menyangka kalau takdir memisahkan mereka berdua. “Aku akan tetap mencintaimu. Aku tetap akan menepati janjiku padamu, chagi…” dengan suara lirih dan parau, Jong Suk meratapi kepergian Shin Hye.

Setelah pemakaman yeoja yang amat dicintai, Jong Suk mengurung diri. Dia tidak makan, tidak minum, tidak berinteraksi dengan orang lain, tidak pergi bekerja. Yang dia lakukan hanyalah merenung, mengingat masa lalunya bersama yeoja yang kini sudah menempati tempat yang selayaknya.

Tok tok tok!

“Hyung, keluarlah,” pinta Park Chanyeol, adik kandung dari Shin Hye. Ia juga merasa sangat kehilangan noona tercintanya apalagi mereka hanya tinggal berdua. Tidak punya sanak saudara.

Tidak ada jawaban dari dalam kamar Jong Suk. Di dalam kamarnya, namja itu hanya melirik knop pintu yang berada tidak jauh darinya.

“Hyung, jebal… kita hanya berdua. Jangan membuatku merasa tambah sedih. Bukankah Shin Hye noona akan sangat sedih melihatmu seperti ini?”

Tetap tidak ada jawaban dari Jong Suk. Akhirnya Chanyeol menjauh dari pintu kamar Jong Suk dan masuk ke dalam kamarnya sendiri.

Di dalam kamar, Chanyeol menangis sejadi-jadinya. Tangis seorang namja yang tidak seharusnya ada di dunia ini. bagaimana dia tidak menangis jika noona tercintanya yang selama 20 tahun lebih hidup bersama dengannya sekarang sudah meninggalkan dirinya untuk selamanya.

“Noona, salah satu keinginan terbesar dalam hidupku adalah melihatmu menikah dengan Jong Suk hyung dan hidup bahagia. Seharusnya kita bertiga hidup bahagia seperti yang kita impikan. Tapi kenapa kau meninggalkan kami tanpa berpamitan dan mengajak kami ikut bersamamu?”

Chanyeol terlalu larut dalam tangisnya. Namja yang berhati lembut itu sangat merindukan noona-nya lebih dari apapun.

Sementara itu, di dunia lain, arwah Park Shin Hye masih bergentayangan di sekitar rumahnya. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan dan harus pergi kemana. Tanpa ada satu orang pun yang melihat, ia menangis tersedu-sedu. Arwah Shin Hye mendengar suara tangisan Chanyeol dari arah kamarnya. Ia pun langsung melayang ke sana untuk melihat Chanyeol. Di depan kamar Chanyeol, Shin Hye berhenti lalu meraba pintu kamar itu. Tembus. Shin Hye terkejut. Apakah dia benar-benar sudah meninggal? Airmata pun mengalir deras di pipinya.

“Chanyeol-a… noona di sini. Uljima uri dongsaengie…” lirih Shin Hye yang tentu saja tidak dapat didengar oleh Chanyeol.

Chanyeol seperti merasakan sesuatu yang aneh. Dia berhenti menangis. Tiba-tiba ia teringat kata noona-nya yang mengatakan kalau kita ingin merasakan kehadiran arwah, kita harus memiliki sugesti yang kuat bahwa arwah itu datang pada kita. chanyeol pun melakukannya. Ia yakin arwah noona-nya masih ada di sekitar rumah.

Shin Hye semakin deras mengeluarkan airmatanya. “Mianhae, jongmal mianhae…”

Sesaat kemudian Shin Hye menuju kamar Jong Suk. Namja itu terduduk lemas dengan mata yang membengkak karena tak henti-hentinya menangisi kepergian tunangannya yang meninggal dunia. Shin Hye semakin sedih melihat namja yang sangat ia cintai terpuruk sepeninggalnya. “Oppa, aku di sini. aku di sampingmu. Uljima oppa. Aku tidak bisa melihatmu bersedih seperti itu. Jebal… aku akan di sini selamanya sesuai janji kita yang akan bersama selamanya. I’ll be with you forever.”

Tok tok tok!

Seorang yeoja seumuran dengan Shin Hye datang berkunjung. Tak ada jawaban dari Chanyeol dan Jong Suk. Rumah itu sepi sekali.

Tok tok tok! Yeoja itu mengetuk pintu sekali lagi. Tak berapa lama kemudian, Chanyeol membukakan pintu untuknya.

“Noona…”

“Chanyeol-a, gwaenchanayo? Kau kelihatan kacau sekali.” Yeoja itu masuk ke dalam rumah. Seketika itu ia merasakan hawa dingin di sekitarnya. Ia pun mengedarkan pandangannya mencari sesuatu yang membawa hawa dingin itu. Kedua matanya membelalak tatkala melihat Rwah Shin Hye yang berdiri di atas tangga kayu tepat di depannya. Yeoja bernama Kwon Yuri itu menutup mulutnya. Ia sangat terkejut melihat arwah Shin Hye ada di sana. Wajahnya tampak pucat dan sedih. Shin Hye pun menyadri kalau Yuri dapat melihat wujudnya.

“Yuri-a…” lirih Shin Hye dengan kedua mata yang berair.

“Park Shin Hye… bagaimana kau bisa ada di sini?” balas Yuri lirih.

Chanyeol mendengar ucapan Yuri. Dia curiga kalau Yuri dapat melihat arwah noona-nya. “Apakah noona ada di sini?” tanya Chanyeol.

Dengan terpaksa, Yuri mengangguk. Di saat itulah Lee Jong Suk juga melihat anggukan Yuri dari balik pintu kamarnya yang memang terletak di lantai dasar.

Jong Suk dan Chanyeol syok. Keduanya langsung menanyai Yuri apakah yang ia lihat benar-benar arwah Park Shin Hye? Yuri mengangguk lagi.

“Aku tidak tahu kenapa aku bisa berada di sini, Yuri-a. Rasanya memang tersiksa, tapi aku senang bisa melihat Jong Suk oppa dan dongsaengku.”

“Apa kalian belum merelakan kepergian Shin Hye?” tanya Yuri pada Jong Suk dan Chanyeol.

Jeduanya terdiam malah matanya terlihat berair.

Yuri menarik nafas panjang. “Tolong relakan kepergiannya. Dia akan berada di sini selama kalian belum merelakannya. Jika berada di sini terus, arwah Shin Hye akan tersiksa.”

“Bagaimana aku bisa merelakan kepergian noona-ku? Aku ingin dia kembali di sisi kami. Aku tidak ingin sendirian di dunia ini.” Chanyeol tak tahan lagi. Airmatanya menyeruak keluar begitu saja.

“Biarkan dia pergi,” pinta Yuri. Dia memang bisa melihat sesuatu yang termasuk dalam alam ghaib.

“Apakah dia benar-benar di sini?” tanya Jong Suk.

“Ne, dia di sini. dia sedang berdiri di sampingku dan menatap kalian berdua dengan sedih. Aku ingin kalian merelakan kepergiannya. Jebal…”

“Yuri-a… tolong sampaikan pada Jong Suk oppa kalau aku akan tetap menepati janjiku untuk selalu di sisinya meski aku sudah tiada. Aku akan tetap menepati janjiku bahwa aku akan mencintainya selamanya dan menunggunya di alam yang lain. Katakan pada Chanyeol kalau aku akan mengawasinya. Aku akan melihat semua yang dia lakukan agar tidak bolos kuliah lagi. Katan pada mereka aku sangat menyayangi mereka meski aku sudah tak terlihat lagi.”

Yuri pun menyampaikan pesan Shin Hye pada Jong Suk dan Chanyeol. Keduanya malah menangis sejadi-jadinya seperti anak kecil yang kehilangan balon.

“Shin Hye noona, kami sangat menyayangimu, sangat mencintaimu. Maka dari itu, kami akan merelakan kepergianmu. Aku percaya kau akan selalu berada di sisi kami,” kata Chanyeol di sela-sela tangisnya.

Shin Hye dan Yuri tersenyum. Seketika itu arwah Shin Hye lenyap. Dia bisa pergi dengan tenang. Barulah setelah arwah Shin Hye lenyap, Yuri ikut menangis meratapi kepergian sahabatnya itu.

End.

Advertisements

Give Your Response Juseyo...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s